AKAR PAHIT
Ditulis oleh: Administrator pada Jumat, 5 Juni 2015 09:08:53


Ibrani 12:15
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Pemahaman arti kata akar pahit
Sebuah kata dalam bahasa Yunani yang menjelaskan hal ini adalah kata "pikria" yang berasal dari akar kata "pik" artinya “ runcing atau tajam”. Ini mengacu pada sesuatu yang memotong dan tajam.
Dalam Kamus Alkitab Yunani-Indonesia karangan Barclay M. Newman Jr, kata akar pahit ini mengacu pada beberapa pengertian seperti: “menjadi pahit, bertingkahlaku keras, iri hati, dengki dan sakit hati”.
Peter Wongso dalam Eksposisi Doktrin Alkitab – Surat Ibrani menerangkan "akar pahit" ini sebagai “empedu pahit; kepahitan karena rasa tidak puas; ‘serapah’ sebagai akibat dari kebencian di dalam hati.”
Dari beberapa penjelasanan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa akar pahit adalah “sesuatu yang tajam/runcing (iri hati, sakit hati, dengki bahkan kebencian dan tingkah laku keras) yang dapat melukai dan atau merusak orang itu sendiri dan orang lain; teristimewa mereka yang berhubungan dekat dengan orang tersebut”.
Akar pahit “tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi sesuatu yang membangun”, Ia selalu bersifat merusak/mencemarkan. Ibrani 12 : 15

Mengapa ada akar pahit?
Akar pahit atau kepahitan diartikan dengan “kejadian hidup yang tidak enak.”
Makanya disebut pahit. Tidak enak disini akan berhubungan dengan banyak hal seperti:
- Kejadian yang menyakitkan
- Kejadian yang memalukan
- Kejadian yang merugikan
- Kejadian yang membohongi
- Kejadian yang mencelakan diriku
- Semua hal kejadian yang membuat perasaa merasa tidak enak.

Di Akhir Zaman banyak manusia yang akan dikuasai oleh kepahitan dan akan mengalami kehancuran Wahyu 8 : 11 “Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.”

Mengapa sulit untuk menghilangkan akar pahit.
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sulitnya menghilangkan akar pahit.

1. PENERIMAAN DIRI
Allah menciptakan manusia dengan tujuan supaya hidup manusia selalu ada di dalam rencana Allah, karena manusia adalah ciptaan yang paling mulia diantara ciptaan yang lain sebab manusia diciptakan sebagai Gambar dan Rupa Allah ( Image Dei )
Kej 1 : 26 - 28 “Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Dengan mengetahui hal ini, manusia seharusnya bisa menerima diri, bahwa manusia berharga di mata Allah.
Banyak kesalahan yang terjadi karena manusia tidak dapat menerima dirinya apa adanya.
Sehingga menimbulkan ketidak puasan di dalam hati yang akan menghalangi manusia
untuk dapat mencintai Allah dan sesama dengan tulus.
Bisakah seseorang mencintai orang lain jika orang tersebut mentertawai kekurangannya? Dan juga, Bisakah seseorang mencintai Allah kalau di dalam hati merasa kurang sempurna dengan keberadaan dirinya?
Kurangnya penerimaan diri akan berlanjut pada harga diri yang berlebihan, kesombongan, perasaan sensitive, kepercayaan diri, dll.
Ingatlah bahwa Allah sudah meninggalkan ke-Allah-anNya dengan datang ke dunia menjadi Anak Manusia, hidup sebagai manusia, di tengah-tengah manusia berdosa, memiliki tujuan untuk menyelamatkan manusia berarti : Manusia Berharga dimata Allah!

2. PENGENALAN ALLAH
Seluruh isi Alkitab menggambarkan Kasih Allah kepada manusia dan keinginan Allah
supaya manusia mengasihi manusia, apapun yang Allah rencanakan adalah untuk kebaikan orang yang mengasihi Dia Roma 8 : 28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Mengapa kita harus memikirkan akar pahit kalau kita mengetahui hal itu bukanlah
dari Allah? Hendaknya kita memikirkan hal yang baik-baik saja, yang dari Allah saja.
Fil 2 : 5 – 8 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

3. PENGENALAN IBLIS
Iblis memang masih ada dan akan terus menyerang manusia supaya menjauh dari
Tuhannya. Yang perlu manusia ketahui bahwa Iblis memang masih ada, tetapi sudah
tidak berkuasa. Yesus sudah menaklukkannya Kolose 2 : 15 “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” Banyak pencobaan akan terjadi di dalam kehidupan kita, tetapi kita tidak perlu takut,
karena kita bisa memenanginya jika kita di dalam Yesus. Menerima pencobaan
bukanlah dosa, tetapi jika kita kalah, kita akan berdosa Yakobus 1 : 14,15
“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila
dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”
Yakobus 1 : 13; “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata:
"Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat,
dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.”
Kalau kita memahami bahwa akar pahit itu berasal dari iblis,
pastilah kita tidak akan menyimpannya.

4. IMAN KEPADA ALLAH
Roh yang ada dalam hidup orang percaya lebih besar daripada dunia, karena jangan pernah kita dikalahkan oleh perkara-perkara duniawi
1 Yoh 4 : 4 “sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

Tetap hidup dalam Kekuatan Allah bukan hikmat dunia
1 Kor 2 : 5 “supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia,
tetapi pada kekuatan Allah.”
Efesus 6 : 16 “dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,
sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,”
1 Yohanes 5 : 4 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.
Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”

Karena itu terus hidup dalam ketekunan untuk melakukan Firman Tuhan
Wahyu 14 : 12 “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus,
yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.”

Berlindunglah di dalam hikmah Allah saja, dengan mengerti firman-Nya,
penyertaan-Nya, janji-Nya, rencana-Nya, kekuatan-Nya, kesetiaan-Nya, dan
mendekatlah kepada-Nya dan berdoalah senantiasa sehingga kita boleh
dikuatkan untuk memenangi akar pahit dalam kehidupan ini.

"Selamat pagi, selamat beraktifitas, tetap semangat, andalkan Tuhan dan selalu mempermuliakan Tuhan. Gbu