Data 111 s/d 120 dari 143                       
12
     
Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:52:26

Bacaan: Filipi 3:13-17

Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka- Amsal 4:25

 

Mark Twain pernah mengatakan, “Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin.” Kesimpulannya adalah kucing tersebut mengasosiasikan tungku dengan pengalaman yang buruk dan panas. Pengalaman yang buruk tersebut dibawanya terus, hingga ia menganggap setiap tungku (tidak peduli bahwa tungku itu dingin) adalah panas dan berbahaya.

Sedikit banyak kita juga seperti kucing tersebut. Sikap kita pada hari ini terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di waktu lalu. Jika dalam sebuah situasi yang terjadi di masa lalu kita mengalami kegagalan, maka pada situasi yang sama di waktu yang berbeda pun, kita sering percaya bahwa kita akan gagal lagi.

Sederet pengalaman buruk di masa lalu mungkin pernah kita alami. Kegagalan-kegagalan yang terjadi di...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:51:07

Bacaan: Amsal 11:24-26

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya ...- Amsal 11:24

 

Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih.

Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah. Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.

Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati.

Yang terak...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:49:49

Bacaan: Amsal 20:23-25

Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.- Amsal 20:25

 

Mengapa beberapa orang berhasil mencapai kesuksesan dan mengapa beberapa diantaranya mengalami kegagalan? Apa yang membedakannya? Tak lain adalah cara kita berpikir! Disadari atau tidak, apa yang kita lakukan selalu bertolak dari bagaimana cara pikir kita. Jika kita mampu berpikir secara benar, maka kita akan berhasil. Sebaliknya, jika cara pikir kita keliru, kita pun akan gagal. Bagaimana cara kita berpikir selama ini? Beberapa pertanyaan berikut mungkin akan membantu kita melakukan intropeksi diri.

  1. 1. Berpikir kecil untuk jangka pendek atau berpikir menurut gambaran besar untuk jangka panjang?
  2. Berpikir pasif atau berpikir dengan cara yang kreatif?
  3. Berpikir sendiri atau berpikir bersama?
  4. Berpikir melantur atau berpikir secara terfokus?
  5. Berkhayal atau berpikir realistis...  Baca selengkapnya
Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:44:59

Bacaan: Amsal 19:2, 28:13, Mazmur 145:14

Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.- Amsal 19:2

 

Memang tidak ada orang yang sempurna. Memang tidak ada manusia yang anti kesalahan. Memang melakukan kekeliruan itu adalah hal yang wajar. Namun hendaklah hal-hal tersebut tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak bisa menghasilkan kualitas kerja yang terbaik. Pernahkah kita membayangkan seandainya kita memberikan cukup toleransi untuk kesalahan dalam pekerjaan kita? Bahkan kesalahan yang hanya 0,1% pun bisa berakibat fatal. Kalau tidak percaya periksalah fakta-fakta berikut ini.

John C. Maxwell mengungkapkan, “Jika 99,9 % sudah cukup bagus, maka akan ada 811.000 gulungan yang salah dari film 35 mm akan dimuat tahun ini. 22.000 cek akan diambil dari rekening bank yang salah dalam 60 menit berikut, dan 12 bayi akan diberikan kepada orang tua yang salah pada hari ini saja.”

Renungan pada hari ini bukan berm...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:43:41

Bacaan: Matius 13: 53-58

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana- Amsal 24:16


p>Suatu kali seorang pemusik muda mengadakan konser perdana, namun setelah konser ia dicela habis-habisan oleh banyak kritikus. Rasa depresi segera melanda pemuda itu. Hingga Jean Sibelius, komposer Finlandia yang terkenal menghiburnya. “ Ingat Nak, tidak ada satupun kota di seluruh dunia yang mendirikan patung penghargaan untuk kritikus.”

Mungkin kita juga pernah dicela dan dikritik oleh orang di sekitar kita. Apapun yang kita perbuat, sang kritikus siap “bernyanyi” dengan nada-nada sumbang. Tapi saya teringat pada Elvis Presley yang pernah dipecat oleh manajer Grand Ole Opry dengan komentar, “Kamu tidak terkenal, Nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi supir truk.” Clint Eastwood juga pernah dipecat dari Universal Pictures hanya karena giginya cuwil. Decca Records pernah menolak 4 pemuda yang gugup ketika bermain unt...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:42:38

Bacaan: Matius 15:1-20

Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan. - Matius 15:2

 

Makan itu ada budayanya sendiri. Tiap daerah memiliki budaya yang berbeda. Pergilah ke daratan Cina, Anda harus bersiap-siap menggunakan sumpit sebagai ganti sendok dan jangan kaget atau merasa aneh kalau mereka yang duduk semeja dengan Anda bersendawa dengan bebasnya. Budaya Latin juga berbeda, kalau Anda menghabiskan semua makanan di piring Anda tanpa sisa, itu sama saja memberitahukan kepada tuan rumah bahwa Anda masih lapar. Di Italia, para bangsawan selalu meletakkan pisau dan garpu bersilang setelah selesai makan. Budaya Yahudi berbeda lagi. Ada aturan mutlak yang harus mereka patuhi soal makan, yaitu membasuh tangan lebih dulu sebelum makan.

Suatu ketika murid-murid Yesus mengindahkan tata cara makan ala Yahudi ini. Akibatnya, Yesus ditegur habis-habisan oleh orang-orang Farisi dan ahli taurat hanya karena para murid tidak membasuh tangan lebih dulu sebelum makan. Jawaban Yesus sungguh bijak menanggapi p...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:40:38

Bacaan: II Tawarikh 9:1-8

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.- Amsal 22:1

 

Setiap orang memiliki track record atau yang lebih dikenal dengan reputasi. Reputasi merupakan pendapat umum atau pendapat orang lain tentang karakter atau kualitas kita. Ada yang memiliki reputasi baik, namun ada juga yang memiliki reputasi buruk. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri. Kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa mengontrol pendapat orang lain tentang kita tetapi kita bisa mengontrol apa yang kita lakukan, yaitu segala sesuatu yang akan menjadi bahan kesimpulan pendapat orang lain tentang kita.

Kita perlu menjaga agar reputasi kita tetap baik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak perusahaan akan menerima seorang karyawan setelah lebih dulu mendapat referensi dari orang lain tentang reputasi baik karyawan tersebut. Tak hanya individu yang perlu memiliki reputasi baik, sebuah perusahaan pun perlu memilikinya. Jika sebuah pe...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:38:25

Bacaan: Mazmur 73:1, 125:4

Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, ...- Mazmur 73:1

 

John Blanchard tertarik dengan seorang gadis yang dikenalnya lewat surat menyurat. Ia belum pernah tahu seperti apa wajah dan penampilannya. Yang ia tahu bahwa ia lembut, baik, penuh kasih dan sungguh hatinya manis. Demikianlah kesimpulannya setiap kali membaca surat dari Miss Hollis Maynell, gadis yang dikenal lewat surat menyurat itu. Lebih dari satu tahun Blanchard saling berkirim surat dengan Miss Maynell. Setiap surat merupakan benih yang jatuh dalam hati yang subur. Sebuah kisah cinta mulai bersemi di antara mereka. Blanchard pernah minta dikirimi foto, tapi gadis itu menolaknya. Menurut dia, kalau memang Blanchard benar-benar mencintainya, tidak menjadi soal bagaimana paras mukanya. Setelah satu tahun berlalu mereka memutuskan untuk bertemu di Grand Central Station, New York, dengan tanda bahwa Miss Maynell akan menyelipkan mawar ke bajunya.

Waktu yang ditentukan tiba, dan Bl...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:36:33

Bacaan: Matius 7:1-5

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu ...- Matius 7:3

 

Sebuah puisi menulis seperti ini : Jangan mencari kesalahan orang yang timpang Atau tersandung-sandung di sepanjang jalan kehidupan, Kecuali engkau sudah mengenakan sepatu yang dipakainya, Atau menanggung beban yang dipikulnya Mungkin ada paku dalam sepatunya yang melukai kakinya, Meski tersembunyi dari pandanganmu, beban yang ditanggungnya, bila kaupikul di punggungmu, mungkin ‘kan membuatmu tersandung pula. Jangan terlalu keras pada orang yang melakukan kesalahan Atau melempari dia dengan kayu atau batu Kecuali engkau yakin, ya, sangat yakin, Bahwa kau sendiri tak punya kesalahan. *

Saya memiliki kebiasaan buruk, yang hampir semua dari Anda memilikinya juga. Menilai orang lain dengan poin yang sangat rendah. Dengan mudah kita akan berkata, begitu saja tak bisa, tak becus, dasar o’on, bodoh, tolol dan perkataan menyakitkan lainnya. Saat melihat orang lain me...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: pada Kamis, 13 Maret 2014 03:34:24

Bacaan: Filipi 2:1-11

Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; - Filipi 2:3

 

Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula. Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, "Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan. Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusah...  Baca selengkapnya

Data 111 s/d 120 dari 143                       
12