Data 131 s/d 140 dari 142                           
14
 
Ditulis oleh: Administrator pada Kamis, 5 Desember 2013 12:00:00

"Sensi ni ye..." Ungkapan ini sering dilontarkan pada orang yang sensitif alias mudah tersinggung, marah dan tidak terima.

Biasanya orang sensi karena insecurity (rasa tidak aman). Orang yang insecure sangat takut direndahkan. Oleh sebab itu, ia sangat sensitif terhadap penolakan. Jadi ketika orang menolak pendapatnya, ia langsung tersinggung, marah atau mengancam untuk berhenti/keluar.
Bisa jadi sebaliknya, orang yang insecure justru melebih-lebihkan, dan membual untuk menutupi rasa tidak amannya.

Yang lain menekankan penampilan luar yang sempurna agar orang mengira begitulah di dalamnya.

Ada lagi yang senantiasa merendahkan orang lain, karena merasa posisinya terancam, insecure.

Insecurity berkata, "I am not good enough." Padahal bila Anda objektif, Anda lebih baik dari ribuan orang lainnya.

Penyebabnya adalah Anda memiliki bayangan yang "salah" tentang kesuksesan dan penampilan, sehingga Anda membandingkan diri Anda dengan ukuran yang salah itu.

Penyebab kedua adalah seseorang menilai dirinya ...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Kamis, 5 Desember 2013 12:00:00

Saya pernah mendengar seorang berkata, “Saya terpaksa ‘entertain’ rekan bisnis itu ke ’spa’ dan tempat hiburan lainnya. Kalau tidak, bagaimana saya bisa mendapatkan deal bisnis?”

Sepertinya pernyataan ini masuk akal. Tetapi bila kita pikir ulang, berarti orang tersebut melihat rekan bisnisnya sebagai “sumber” penghidupannya, bukan Tuhan.

Sangat disayangkan, karena Tuhan pemilik dunia & semesta tentunya menjadi “sumber” yang jauh lebih besar dari satu atau dua orang rekan bisnis yang memiliki satu atau dua perusahaan. Memang benar Tuhan ingin kita berhasil dan diberkati, tetapi tidak dengan cara yang melanggar prinsip kebenaran-Nya.

Selain itu, melihat orang lain sebagai “sumber” kita hanya akan membawa kekecewaan bila suatu saat mereka tidak memenuhi ekspektasi kita. Mari berubah dari “self centered life” menjadi “God centered life”, selain kedamaian hati karena melakukan yang benar, Anda juga akan menerima upah dari “sumber” yang tak terbat...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Kamis, 5 Desember 2013 12:00:00

Semua orang mendapat 24 jam sehari, tidak lebih, tidak kurang. Beberapa orang masih bisa bersantai, yang lain nampak selalu kekurangan waktu. Apa tanda-tanda bila Anda perlu mengatur waktu dengan lebih baik? Berikut ini beberapa cirinya:

1. Semua hal menjadi URGENT. Memang ada hal yang urgent, hal penting yang mendadak harus diselesaikan. Tetapi bila hampir semua hal urgent, berarti Anda tidak membuat perencanaan kerja (plan) yang baik, sehingga saat deadline hampir tiba, Anda terburu-buru menyelesaikan semuanya.

2. Lagi-lagi TERLAMBAT. Bisa jadi karena Anda berusaha mengambil waktu supaya bisa menyelesaikan hal yang terbengkalai, jadi terlambat datang ke acara-acara, atau menyerahkan tugas.

3. Keluarga mengeluh Anda kurang WAKTU untuk mereka. Lembur hingga larut malam bahkan di hari libur bisa jadi karena ada proyek tertentu. Tetapi bila lembur berkepanjangan menjadi kebiasaan Anda, maka Anda perlu mengatur waktu dengan lebih baik.

4. Anda merasa OVERWHELM, lelah, serasa tertimbun berbagai urusan yang tidak ada akhirnya.

...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 4 Desember 2013 10:38:48

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa.

17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli , seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam.
Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk memelihara anak ini.
Sayangnya,sang bayi kini menderita leukemia kanker darah.
Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.
Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya.
Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth.

Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar.
Setiap orang membicarakannya.
Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul.
Padahal jelas, ia akan menghadapi kesulitan besar.
Jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri.
Jika ia tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi m...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 4 Desember 2013 10:38:01

Semoga saja kisah ini menjadi bahan pembelajaran bagi teman-teman yang baik sedang merencankan untuk menikah, yang telah hidup dalam pernikahan, tapi terlebih untuk teman-teman yang mengalami goncangan dalam hidup perkawinan mereka saat ini. Percayalah…Tuhan sedang menegur dan mengingatkanmu akan keutuhan dan kekudusan pernikahan lewat kisah yang sedang Anda baca ini.

Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku, sambil memegang tangannya aku berkata; “Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Istriku lalu duduk disamping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Dari raut wajah dan matanya kutahu dia sedang memendam luka batin yang membara.

Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku. Akan tetapi aku harus membiarkan istriku mengetahui apa yang sedang kupikirkan. Aku ingin sebuah perceraian diantara kami. Aku lalu memberanikan diri untuk membicarakannya dengan tenang. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah ba...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Kamis, 5 Desember 2013 12:00:00

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara.

Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.

Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai berteriak ke arah kami.

Si Supir taxi hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat.

Maka saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”.

Tapi si Supir hanya tertawa seraya berkata : �Buat apa kita ribut2 , Bersabar pasti lebih baik krn itu berarti kita sudah mengurangi musuh, saya kan harus memprioritaskan Bapak yg akan menuju ke Bandara �

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut “Hukum Truk Sampahâ...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 4 Desember 2013 10:37:17

Dua orang pendosa mengunjungi hamba Tuhan yang bijak dan meminta nasehatnya.

"Kami telah melakukan suatu dosa," kata mereka dan suara hati kami terganggu.

"Apa yang harus kami lakukan ?"

"Katakanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan salah mana yang telah kamu lakukan, Anakku," kata hamba Tuhan tersebut.

Pria pertama mengatakan ,"Saya melakukan suatu dosa yang berat dan mematikan."

Pria kedua berkata,"Saya telah melakukan beberapa dosa ringan, yang tidak perlu dicemaskan."

"Baik," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan !"

Pria pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang amat besar. Pria kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu kecil.

"Sekarang," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemukannya!"

Pria pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya. Pria kedua tidak dapa...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 4 Desember 2013 10:36:27

Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah.

Pemenang selalu punya program;
Pecundang selalu punya kambing hitam.

Pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda”;
Pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan saya”;

Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;
pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, “Itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa”;
Pecundang selalu berkata, “Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit”.

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, “saya salah”;
saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, “itu bukan salah saya”.

Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, “Saya harus melakukan sesuatu”;...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 4 Desember 2013 10:35:09

Ada sebuah benih yang tercecer & tidak dipedulikan orang. Benih itu kesepian merasa dirinya tidak berharga. Suatu hari, angin kencang datang, ia terhempas jatuh ke sebuah tanah terbuka & terpanggang di bawah sinar matahari. Ia menangis, sedih, bingung, Mengapa ia harus mengalami hal ini?

Tak lama air hujan turun sebagai ganti terik matahari; kadang gerimis & kadang hujan deras.

Sekian tahun kemudian, ia melihat seorang pengelana duduk di dekatnya, & berkata: Terima kasih TUHAN untuk pohon yang rindang ini, Saya sangat membutuhkan istirahat.

Benih pun berpikir: Apa yg kamu bicarakan ?

Benih itu memang melihat ada beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tak ada yg berbicara seperti itu.

Orang berbicara kepada benih: Kamu Siapa ?

Benih: Ini aku Benih.

Orang : Kamu bukan benih ! Tapi pohon raksasa !

Benih : Benarkah ?

Orang : Ya! Kamu pikir kenapa banyak orang datang ke sini ? Untuk merasakan keteduhanmu ! SADARL...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 4 Desember 2013 10:35:52

Aku membencinya… dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan.

Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah… untuk menopang keluarga. Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.

Keesokan harinya di sekolah…

"Ibumu bermata satu?!?!?…. eeeee ejek seorang teman. Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini.

Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, "Ma… kenapa engkau hanya memiliki satu mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang, kenapa engkau tidak segera mati saja ?!!!?

Ibuku diam tak bereaksi.

Aku merasa tidak enak, namun di saat yang sama, aku rasa aku harus mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini… Mungkin ini karena ibuku tidak pernah menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau aku telah sangat melukai perasaannya.

Malam i...  Baca selengkapnya

Data 131 s/d 140 dari 142                           
14