Data 31 s/d 40 dari 143       
4
                     
Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 8 Oktober 2014 05:36:43

Keluarga bahagia bukan keluarga yang tanpa masalah tetapi keluarga yang dapat menyelesaikan masalah berdasarkan prinsip firman Tuhan. Karena itu, suami dan istri serta seluruh anggota keluarga harus berpusat pada Allah (theocentric family) dan menjadikan firman Tuhan (Alkitab) sebagai prinsip utama dalam mengatur dan menjalankan rumah tangga (bible oriented family).
Jika suami dan istri, serta semua anggota keluarga taat kepada Kristus dan menjalankan prinsip firman Tuhan, maka hasilnya Tuhan akan menganugerahkan kebahagiaan sejati (Bandingkan 2 Timotius 3:14-17).
Setiap keputusan dan tindakan yang diambil bukan merupakan keputusan emosional tetapi berdasarkan pertimbangan yang cukup berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Mengapa demikian? Karena pikiran kita berperan penting dalam menentukan apa yang benar. Manusia merasa dan berpikir, karena Allah merancangnya demikian.
Perasaan atau emosi kita diekspresikan dalam sukacita, kemarahan, penyesalan, dan perasaan-perasaan lainnya. Emosi merupakan sesuatu yang baik, kita marah terhadap kejahatan, kita sedih terhadap kemiskinan dan penderitaan, serta lain s...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 1 Oktober 2014 08:23:42

Pernikahan, khususnya pernikahan Kristen itu bersifat monogami. Dalam Kejadian 1:27 dikatakan “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki (ish) dan perempuan (ishsha) diciptakan-Nya mereka”. Kristus menegaskan kembali hal ini dalam Matius 19:4, dikatakan, “Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia (antrophos) sejak semula (ap’arches) menjadikan mereka laki-laki (aner) dan perempuan (gyne)?”. Kata Yunani “ap’arches” atau “sejak semula” yang disebutkan Yesus dalam Matius 19:4, pastilah merujuk pada Kejadian Pasal 2, karena kalimat selanjutnya “Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging”, yang diucapkan Yesus dalam ayat 5 adalah kutipan dari Kejadian 2:24. Jadi, pernikahan Alkitabiah adalah antara seorang pria biologis dengan seorangan wanita biologis.
Karena itu, pernikahan dengan sesama jenis (homosexual) atau pun pernikahan dengan hewan bukanlah pernikaha...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Senin, 29 September 2014 02:00:26

1 KORINTUS 16 : 13
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
Ayat diatas dilatarbelakangi keadaan jemaat kota Korintus
1. Perselisihan diantara kelompok-kelompok orang Kristen
2. Pengajaran Nabi-nabi palsu
3. Kebanggan terhadap hikmat dunia melebihi hikmat Allah

1. BERJAGA-JAGALAH = Memberikan perhatian dengan Keras/sungguh-sungguh
Kita harus selalu berjaga-jaga karena :
a. Kita tidak tahu apa yang ada didepan kita -- Yakobus 4 : 14 - 15 “Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
b. Karena waktu-waktu ini jahat -- Efesus 5 : 15 – 16
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Jumat, 26 September 2014 08:39:37

1. ABODAH

Sikap hati dan tindakan seorang hamba yang membungkukkan badan menghormati tuannya. Pengertian tersebut disimpulkan dari kata ibadah dalam bahasa Ibrani “Abodah” yang mengandung arti sikap membungkukan badan tanda hormat seorang hamba dihadapan tuannya.Dari pengertian tersebut, ibadah yang berkenan kepada Tuhan harus dimulai dari hati seorang hamba yang penuh dengan kerendahan hati di hadapan Allah yang siap menundukkan diri untuk melayani.
Jadi, ibadah yang sejati dan yang berkenan kepada Allah bukan sekedar mengikuti acara kebaktian di gedung gereja, apa lagi dengan sikap hati seorang majikan (bos besar) yang minta dihormati, dilayani, dan dibikin senang hatinya oleh gereja. Ibadah yang sejati adalah sikap hati seorang hamba yang penuh hormat terhadap Allah, hati yang siap membungkukkan badan untuk menerima perintah apapun untuk melayani. Orang-orang seperti itulah yang akan mampu menghadirkan dan mengalami kerajaan Allah dalam hidupnya.

2. LATREUO,

Sikap hati yang tunduk menyembah dan melayani Allah dengan penuh hormat dan kasih.
Dalam bahasa Yunani kata ibadah memak...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 24 September 2014 02:29:32

Kristen adalah Pengikut Kristen, karena itu sebagai orang Kristen berarti Hidup seperti yang diikutinya yaitu Kehidupan Yesus Kristus.

Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan dari Teladan Kehidupan Yesus menurut Filipi 2 : 5 – 8 :

Pertama, Tidak mempertahankan (mencari) hak-hak istimewa (menjauhkan eksklusivisme)

Kedua, Ia rela mengambil posisi hamba. Ia dikatakan mengosongkan diri, melepaskan hak dan atribut yang dimiliki-Nya. Lihat, betapa masyarakat (terutama pejabat) senang menuntut hak dan memperlihatkan atribut-atribut agar dimuliakan orang.

Ketiga, Pengikut Kristus (Kristen) mesti meniru ketaatan Kristus yang all out, sampai mati di kayu salib.

Prinsip pertama, kerelaan melepaskan hak dan milik yang harus dipertahankan hingga menimbulkan suatu kerendahan hati.
Alkitab memberikan suatu paradoks yang berlawanan dengan konsep dunia yaitu bahwa jika sesuatu itu dipertahankan maka hal itu akan hilang tapi sesuatu yang dilepaskan akan didapat. Ajaran Alkitab ini sangat tepat. Di dalam kebenaran, setiap hal yang dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan hak yang dengan rela dilepaskan maka saat itulah s...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Sabtu, 20 September 2014 08:28:42

Oleh: Dr. Donald Siahaan

Mengherankan, Tuhan menggunakan metafora SEMUT untuk mengajarkan anak-anak-Nya ETOS KERJA yang benar. Amsal 6:6-8 menyatakan:
"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen". Kalimat ini memang ditujukan kepada yang MALAS, atau kerangjingan MILIS, atau sering bikin alasan MULES saat disuruh kerja, sambil meMELAS bisa diberi waktu istirahat lebih banyak. Tapi SEMUT tidak demikian:

a. Mengambil INISIATIF. Semut tidak memerlukan komando atau pengawasan untuk bekerja, tapi senantiasa berINISIATIF, digerakkan dari dalam dirinya untuk senantiasa bekerja

b. Penuh INTEGRITAS. Integritas menyangkut kesetiaan kerja dan rasa tanggung jawab atas pekerjaan. Integritas adalah langka dimiliki manusia sekarang. P...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 17 September 2014 08:44:40

Hanya oleh anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus sajalah kita beroleh keselamatan. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa keselamatan bukan hanya berbicara soal pengampunan dosa dan pembebasan dari murka dan hukuman Allah saja, tetapi juga berbicara soal pembaharuan hidup kita di hadapan Allah. Anugerah Allah itu mengampuni kita dari segala dosa kita, membebaskan kita dari murka dan hukuman Allah, dan juga mengubah serta memperbaharui hidup kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah beroleh keselamatan? Tanda-tanda apa sajakah yang seharusnya dimiliki oleh orang Kristen sejati?
Salah satu bagian Alkitab yang menjawab pertanyaan tersebut adalah surat 1 Yohanes. Surat 1 Yohanes ditulis untuk meneguhkan jaminan keselamatan orang-orang yang percaya pada Anak Allah (1 Yoh 5:13), sekaligus meruntuhkan keyakinan orang-orang yang sesungguhnya belum diselamatkan.
Dalam suratnya itu rasul Yohanes menggambarkan seorang Kristen sebagai seorang yang mengenal Allah (1 Yoh 2:3), ada di dalam Allah ( 1 Yoh 2:5), lahir dari Al...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 10 September 2014 03:13:55

Galatia 5 : 22 - 23
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Kata benda χρηστοτης – KHRESTOTES secara konseptual bermakna keramahtamahan, kebaikan hati, penuh daya guna, semuanya didasari dengan motif Ketulusannya

Ciri-ciri orang yang hidup dalam KEMURAHAN 2 Tim 2 : 23 – 26
“Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.”<...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Rabu, 10 September 2014 03:12:41

Galatia 5 : 22 - 23
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Kebaikan (Yunani, αγαθωσυνη - AGATHÔSUNÊ, berasal dari kata sifat αγαθος - AGATHOS, (yang) baik, bagus, berguna, dll.
“Kebaikan” adalah ketulusan jiwa yang membeci kejahatan, motif dan perilaku yang baik. / Budi Pekerti yang ideal, yang diiringi dengan kebenaran dan kasih. Budi Pekerti yang mempunyai arti yang sangat jelas dan sederhana, yaitu : Perbuatan( Pekerti) yang dilandasi atau dilahirkan oleh Pikiran yang jernih dan baik ( Budi).
Sikap ini sebagai kelanjutan dari sikap kemurahan (Yunani, χρηστοτης - KHRÊSTOTÊS).
1 Tes 5 : 15 - “Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.” Efesus 5 : 8 – 9 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adal...  Baca selengkapnya

Ditulis oleh: Administrator pada Kamis, 4 September 2014 01:16:36

GALATIA 5 : 22 - 23
"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."

Buah Roh membantu kita untuk menaklukkan natur dosa karena orang percaya telah menjadi manusia baru 2 Kor 5 : 17
Bentuk “Kasih” adalah mentaati Tuhan entah kita suka atau tidak. Yesus mengatakan hal itu dengan sangat jelas: Yoh 14 : 21
Latihan dari AGAPE adalah dalam kehendak, pilihan yang disengaja, di mana itulah sebabnya Tuhan dapat memerintahkan kita untuk mengasihi orang yang memusuhi kita Mat 5 : 44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”


HAKEKAT KASIH :
1 Kor 13 : 4 – 10 “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenar...  Baca selengkapnya

Data 31 s/d 40 dari 143       
4