Gambus Filadelphia


Gambus Filadelphine berawal terbentuk dari kegiatan kumpul – kumpul, bermain music, kemudian akhirnya diajak om Nobo ngisi pelayanan acara natal. Pada waktu itu sekitar natal tahun 1998.Sehingga bisa dikatakan gambus berdiri bulan desember 1998.

Dari awal berdirinya, gambus sudah bergonta-ganti personel. Personel awal terdiri dari : Sdr Iwan T.Y. pada cak, Sdr Aji P. pada cuk (kencrung), Sdr Prodo Asmoro pada sendok, Sdr Chandra pada gitar, Sdr Bagas pada bass pethot, Sdr Slamet pada bongo, Sdr Suyudi pada tamborin, Sdr Wahyu Purba pada vocal,  seluruh personil juga merangkap vocal. Dan pada saat itu Om Nobo sebagai koordinator.

Banyak acara yang udah dijalani tim Gambus, dari event Natal, Paskah, Syukuran, bahkan Pernikahan. Seiring berjalannya waktu, teman kami Sdr Slamet mudur dari Gambus dikarenakan dapat pekerjaan di Magelang. Kemudia masuk personel baru yaitu Sdr Daniel C. Dia memainkan gitar, sedang Sdr Chandra lukir memegang bongo menggantikan Sdr Slamet.

Kemudian karena banyak kesibukan,om Nobo juga akhirnya mundur dari gambus. Gambus tetap menjalankan aksinya yaitu dalam pelayanan. Biasanya dalam bulan Desember banyak acara yang ditawari kepada kami. Kalau pas kita bisa ya kita sanggupi. Itu sudah berjalan dari tahun ke tahun. Setelah beberapa tahun berjala sdr Suyudi yang akrab dipanggil Dodo akhirnya mundur dari gambus karena kesibukannya. Setelah itu masuk personel baru yaitu Sdr Kristianto yang akrab dipanggil Ento dan Sdr Wahyu yang disapa Mbering. Sdr Ento pegang alat dari bambu yang dilobangi, seakan-akan saja bunyinya seperti maracas ( alat perkusi ), sedang Sdr Wahyu Mbering pegang kaleng yang diisi beras, terkadang juga merangkap gitar.

Kegiatan gambus masih berjalan dari tahun ke tahun. Sempat  juga pernah mengisi di acara Natal bersama BKGS (Badan Kerjasama Gereja Salatiga) yang berlangsung tiap tanggal 25 Desember di lapangan Pancasila. Juga gambus filadelphia juga pernah ikut lomba nyanyi di Universitas Kristen Satya Wacana.

Seiring berjalannya waktu dan banyak personel yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Gambus kadang  pemain pengganti, yaitu Sdr Iwan Sanjaya yag mengganti posisi Daniel kerja di Semarang . Terkadang juga kami bermaen tanpa personel yang lengkap dan akhirnya berunjung vakumnya Gambus sampai sekarang. Tetapi kami tim Gambus sangat bersyukur karena dari yang melanjutkan pelayanan kami. Adik angkatan kami mengikuti jejak kami untuk melanjutkan kelompok Gambus. Dan kami sebagai senior berharap Gambus tidak akan pernah mati tetapi akan terus berjalan dari generasi ke generasi.