Renungan Harian
Data 61 s/d 69 dari 69       
4
Minggu, 23 Maret 2014
AIR MATA SEMENTARA

Bacaan : 1 Petrus 5:6-11

NATS    : Dan Allah, sumber segala kasih karunia ... akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya (1 Petrus 5:10)

 

Penulis George MacDonald menulis, “Allah telah datang untuk menghapus air mata kita. Dia tengah melakukannya; Dia akan melakukannya sesegera mungkin kalau Dia bisa. Kalau belum bisa, Dia akan membiarkan air mata itu mengalir tanpa kepahitan. Pada akhirnya Dia memberi tahu kita bahwa meratap adalah hal yang membahagiakan, karena penghiburan akan datang.” Selagi menanti datangnya penghiburan, kita boleh merasa yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan kita dicobai di luar batas kemampuan kita. Setiap...  Baca selengkapnya

Sabtu, 22 Maret 2014
TITIK DAN LUBANG DONAT

Bacaan: Mazmur 104:1-15

NATS: Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2)

 

Tatkala seorang pendeta sedang berbicara kepada sekelompok orang, ia mengambil secarik kertas dengan ukuran besar lalu membuat sebuah titik berwarna hitam di tengah-tengahnya. Kemudian ia mengangkat kertas tersebut dan bertanya apa yang mereka lihat di situ.

Salah seorang menjawab, "Saya melihat sebuah tanda berwarna hitam." "Benar," jawab sang pendeta. "Apa lagi?" Tidak seorang pun yang memberikan jawaban. "Saya sungguh terkejut," kata sang pendeta. "Kalian telah mengabaikan hal yang terpenting—yaitu lembaran kertas ini." Baca selengkapnya

Jumat, 21 Maret 2014
SATU IMAN

Bacaan : Efesus 4:1-6

NATS    : Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi (Kisah 17:26).

 

Aristides, seorang pembela iman kristiani pada abad kedua, menulis hal berikut ini kepada Kaisar Roma, Hadrian, tentang orang-orang percaya pada zamannya:

"Mereka saling mengasihi satu sama lain. Orang-orang percaya itu tidak pernah pernah lalai menolong para janda; menyelamatkan anak-anak yatim piatu dari orang yang akan mencelakai mereka. Jika memiliki sesuatu, mereka akan memberikannya dengan rela kepada orang yang tidak punya apa-apa. Jika melihat orang asing, mereka membawanya ke rumah m...  Baca selengkapnya

Kamis, 20 Maret 2014
NAIK ROLLERCOASTER

Bacaan : Galatia 6:1-10

NATS    : Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9)

 

Jika Anda mengasihi seseorang yang bergumul dengan masalah penyalahgunaan obat bius, Anda sadar bahwa perasaan Anda terhadap orang itu seperti mengendarai rollercoaster, naik-turun. Hari ini ia membutuhkan bantuan, besok ia minum minuman keras atau mabuk oleh obat terlarang lagi. Hari ini ia jujur, besok ia lari dari kenyataan.

Roh Kudus membantu kita untuk belajar bagaimana cara mengasihi orang seperti itu, bahkan ketika mereka hidup dalam dosa dan pergumulannya. Berikut...  Baca selengkapnya

Rabu, 19 Maret 2014
1 Jam tanpa dosa

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?"

Ayahnya menjawab sambil tersenyum : "tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: "tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"

Lagi-lagi ayahnya berkata : "Tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu bertanya lagi.
Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: "mm..... mungkin bisa, nak."

"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"

Ayahnya tertawa dan berkata : "Nah, kalau itu pasti bisa, nak."

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : "Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?"

Renunga...  Baca selengkapnya

Selasa, 18 Maret 2014
KISAH BESI DAN AIR

Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri.
Ia sering menyombong kepada sahabatnya : "Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak"
Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.
Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana .
Aturannya : "Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang"
Besi dan air pun mulai berlomba :
Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.
Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.
Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.
Rintangan kedua merek...  Baca selengkapnya

Senin, 17 Maret 2014
Kerjakan Keselamatanmu

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, Filipi 2 : 12

Manusia yang telah ditebus oleh Kasih Tuhan melalui Yesus, sungguh sangat beruntung apalagi keselamatan itu diberikan cuma cuma artinya gratis tapi nilai cuma cuma itu bukan hal yang murahan atau tidak berharga melainkan hal yang tidak bisa dibayar oleh manusia sehingga keselamatan yang kita dapat dari Tuhan itu sungguh sebuah anugerah yang terindah bahkan Rasul Petrus berkata dalam

1 petrus  1: 18 -19.  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ini membuktikan bahwa Allah yang menjadi manusia memberikan hidupnya untuk menyelamatkan manusia maka itu sebagai anak Tuhan yang sudah ditebus maka kita wajib mengerjakan keselamatan dengan  ta...  Baca selengkapnya

Minggu, 16 Maret 2014
JALAN PULANG

Kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia
(Filipi 2:15)

Penulis Anne Lamott mengisahkan seorang gadis kecil berusia 7 tahun yang tersesat di sebuah kota besar. Dengan cemas anak itu berlari mondar-mandir di beberapa ruas jalan, mencari tempat yang ia kenal. Seorang polisi melihatnya, menyadari kesulitan anak itu, dan menawarkan bantuan. Anak itu masuk ke mobil, dan sang polisi menjalankan mobilnya pelan-pelan menyusuri daerah itu. Tiba-tiba si anak menunjuk sebuah gereja dan minta turun dari mobil. Ia meyakinkan polisi itu, "Ini gereja saya. Saya selalu bisa menemukan jalan pulang dari sini."

Banyak orang berpikir gereja adalah lembaga kuno yang tak lagi relevan dengan dunia modern. Namun, saya yakin gereja yang setia mengajarkan Alkitab dan mewartakan kabar baik keselamatan melalui Kristus benar-benar memberi apa yang semua kita butuhkan untuk "menemukan jalan pulang".

Apabila gereja kita menjalankan fungsi yang diberikan Allah, maka para jemaatnya akan dengan rendah hati melayani dan memerhatikan satu sama lain, saling mendorong untuk mengikuti teladan Kristus (Filipi 2:1-11). Kelompok jema...  Baca selengkapnya

Sabtu, 1 Maret 2014
Bapaku Seorang Pemulung

Suatu hari seorang guru sekolah Minggu memberi tugas kepada murid-muridnya: "Seperti apa Allah Bapa itu? Untuk mudahnya, kalian harusmelihat Dia sebagai seorang Papi." Ujar guru tersebut.

Minggu berikutnya, sang guru menagih PR dari setiap murid. "Allah Bapa itu seperti dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter. "Ia sanggup menyembuhkan penyakit seberat apapun!" "Allah Bapa seperti guru!" ujar anak lain. "Dia selalu mengajarkan kitauntuk berbuat yang baik dan benar."

A"Allah Bapa seperti hakim. Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi."

"Menurut aku, Allah Bapa itu seperti arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!" ucap seorang anak tidak mau kalah." Allah Bapa itu pokoknya kaya sekalid eh! Apa saja yang kita minta Dia punya! Ujar seorang anak konglomerat.

Guru tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan sosok Allah Bapa dengan semangat. tetapi ada satu anak yang sejak tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak-anak lain. "Eddy, menurut kamu Allah Bapa itu?" ujar ibu guru dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak-anak lain dalam hal ekono...  Baca selengkapnya

Data 61 s/d 69 dari 69       
4