PERBUATAN LEBIH LANTANG

Bacaan : Matius 9:1-8

NATS    : Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. (1 Yohanes 3:18)

 

Seorang komentator televisi yang sebal pada atlet muda yang kurang berprestasi tetapi suka menyombongkan kemampuannya berkata, "Jangan ceritakan apa yang akan Anda lakukan -- ceritakan apa yang telah Anda lakukan!" Perbuatan bersuara lebih keras daripada perkataan. Prinsip ini tampak pada hidup Yesus. Di Matius 9, seorang lumpuh dibawa kepada-Nya. Respons Yesus? "Dosa-dosamu sudah diampuni." Saat para pemimpin agama keberatan, Yesus bertanya, "Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosa-dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?" (ayat 5). Jawabannya jelas. Mudah bagi-Nya mengatakan Dia telah mengampuni dosa si lumpuh, karena hal itu tidak dapat dibuktikan atau disangkal. Namun, mengatakan "Bangunlah dan berjalanlah" itu berbeda. Perkataan ini dapat segera diuji kebenarannya. Maka, untuk membuktikan kuasa-Nya dalam mengampuni dosa, Yesus berkata kepada si lumpuh, "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" (ayat 6). Dan, demikianlah yang terjadi! Tindakan Yesus mendukung perkataan-Nya, dan kita pun seharusnya begitu. Yohanes menulis, "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (1Yohanes 3:18). Perkataan kita penting bagi dunia yang mengamati kita, hanya jika perkataan itu sesuai dengan perbuatan kita. Tatkala kita berbicara tentang kasih Allah, perkataan itu akan penuh kuasa jika didukung dengan tindakan kasih dan kebaikan. Perbuatan bersuara lebih keras! --WEC Aku rindu melihat orang kristiani sejati Bukan hanya orang yang pintar berbicara, Aku ingin melihat tindakannya Dan memandang kehidupannya sehari-hari. --Herrell

 

PERBUATAN DAN PERKATAAN KITA HARUS MENYUARAKAN HAL YANG SAMA