Sejarah GPdI Siloam Salatiga


1.    Akhir tahun 1929, ada 2 keluarga keturunan Belanda yang menerima dan sekaligus memulai pelayanan di rumah mereka, yaitu keluarga De Graaf di Jl. Pemotongan dan keluarga Determayer di Karanganyar. Tahun 1941 ke 2 pelayanan tersebut bergabung di daerah Kalioso dan dipimpin oleh De Graaf.
Tahun 1942, J.M.P. Batubara Sr dating dari Pontianak dan selanjutnya pelayanan diserahkan ke J.M.P. Batubara Sr, dikarenakan beliau sudah pernah mengikuti Pendidikan Sekolah Alkitab.Tahun 1945 untuk ibadah menyewa / kontrak rumah di Jalan Kesatrian 12 ( sekarang Jl. A. Yani 14 ) dan selanjutnya kegiatan gereja dilaksanakan di tempat tersebut sampai sekarang.

2.    Pembelian Rumah dan Tanah untuk Gereja
Sesudah anggota jemaat semakin bertambah maka atas seiijin pemilik rumah dan tanah, jemaat sepakat untuk merenovasi bangunan yang ada agar lebih layak dipakai sebagai gereja, juga jemaat berusaha untuk membeli rumah dan tanah tersebut. Oleh karena kemurahan Tuhan maka pada tahun 1964 jemaat berhasil tanah dan rumah tersebut menjadi atas nama GPdI dengan status HGB (Hak Guna Bangunan)

3.    Pada Tahun 1965 Bp. Pdt. J.M.P. Batubara dipindah tugaskan penggembalaan ke Surabaya dan pelayanan penggembalaan GPdI Salatiga selanjutnya diserahkan kepada Pdt. J.M.P. Batubara Jr ( adik J.M.P Batubara Sr) yang sebelumnya menggembalakan di Lombok.
Pelayanan penggembalaan semakin hari semakin mengalami peningkatan jumlahj emaat baik jemaat dewasa, pemuda-remaja maupun anak-anak maka oleh karena pertolonganTuhan jemaat mulai membangun gereja dan pastori sebagai tempat tinggal Gembala
-    Gereja berukuran    35 m x 8,5 m
-    Pastori berukuran    25 m x 6 m
Kedua bangunan tersebut selesai dibangun pada tahun 1969.

Dengan berkembangnya jumlah anak-anak Sekolah Minggu maka gereja merasa perlu membangun ruang-ruang kelas sesuai dengan usia anak dan jenjang sekolah. Jumlah ruangan yang dibangun ada 12 ruangan dengan ukuran masing-masing 4m x 4m. Ruangan tersebut juga difungsikan untuk ruang doa guru-guru serta  ruang diskusi guru-guru Sekolah Minggu, pembangunan tersebut diselesaikan tahun 1971

Pada tahun 1981 bangunan gereja mulai dilebarkan menjadi  35 m x 13 m dan Pastori dibangun dibagian belakang gereja.

4.    PadaTahun 2005, dengan semakin bertambahnya kegiatan-kegiatan pelayanan (anak Sekolah Minggu, Pemuda-Remaja, dewasa) maka gereja memerlukan ruangan-ruangan pendukung kegiatan. Pertimbangan yang lain bahwa kondisi bangunan gereja juga sudah cukuptua ( 40th ) sehingga perlu dipikirkan untuk Peremajaan bangunan serta kondisi tanah gereja yang masih memungkinkan dibangunnya bangunan gerejabaru dan ruangan-ruangan pendukung yang diperlukan. Maka dimulai proses pembangunan gereja pada tahun 2005, bangunan Gereja Induk 40 m x 22 m. Proses pembangunan berjalan bertahap karena dana berasal dari swasembada jemaat sendiri.

5.    Pada tahun 2008, Pdt. J.M.P Batubara Jr dipanggil pulang kesurga maka pelayanan penggembalaan dilanjutkan oleh ibu Maria Batubara (istri Pdt. J.M.P. Batubara Jr) sebagai gembala dan pada bulan Juli tahun 2010 pelayanan penggembalaan selanjutnya diserahkan kepada Pdt. Timotius Agus Suryanto, M. Th  yang sebelumnya menggembalakan di kota Solo.

6.    Pembangunan gereja terus berlanjut dan diselesaikan pada tahun 2011, sampai sekarang pelayanan penggembalaan GPdI “Siloam” Jl. A. Yani 14 – Salatiga digembalakan oleh Pdt. Timotius Agus Suryanto, M.Th dengan dibantu oleh Majelis Jemaat, Staff Gembala dan pengerja, dan GPdI “Siloam” memiliki Visi : “ Berakar, Bertumbuh, Berbuah menuju Kedewasaan didalam Yesus Kristus” dan Misi : “Menjadi Gereja yang Dewasa yang bercirikan : Berdoa, Bersaksi dan Memberkati.”